Spread the love

Harga Sarang Semut

harga sarang semut
harga sarang semut

Sarang Semut pada dasarnya adalah tumbuhan liar, yang menempel di pepohonan di tepi sungai, di dasar jurang, di pedalaman hutan belantara, ataupun hutan mangrove. Ia tumbuh subur di daerah yang lembab. Di bawah rerimbunan, akar-akar sarang semut menempel kuat di batang-batang tanaman. Sarang semut menyukai habitat dengan insensitas cahaya rendah, dan kelembapan tinggi.

Sarang semut semut semakin banyak digunakan. Fungsinya yang mampu mengobati berbagai macam penyakit menyebabkan jenis tumbuhan ini banyak dieksploitasi dari hutan, tempatnya tumbuh, tetapi dengan tidak adanya penanaman kembali. Hal tersebut menyebabkan populasi dari sarang semut sendiri semakin berkurang contohnya di Kalimantan Tengah. Di salah satu provinsi dari pulau Indonesia ini, sarang semut sudah termasuk jenis tanaman yang langka karena proses eksploitasi. Akan tetapi, masyarakat Kalimantan Tengah belum banyak yang mengetahui akan adanya jenis tanaman ini di hutannya. Berbeda dengan di Papua, populasi dari sarang semut memang masih banyak, tetapi jika proses eksploitasi juga terjadi tidak menutup kemungkinan suatu hari jenis tanaman ini akan punah.

Oleh karenanya, pembudidayaan sarang semut sudah harus dilakukan untuk membatasi eksploitasi atau perburuan sarang semut di hutan dapat dibatasi. Yang penting dan harus diperhatikan dalam pembudidayaan sarang semut adalah kondisi harus sesuai dengan habitat aslinya. Kondisi itu meliputi suhu tempat tumbuhnya, iklim, insensitas cahaya, dan zat makanan atau nutrisinya.

Sarang semut merupakan tumbuhan lengkap karena mempunyai bunga, buah, dan biji, jadi sangat memungkinkan untuk dibudidayakan. Secara morfologi tumbuhan ini termasuk sukulen, artinya dapat menyimpan air dan terlihat berdaging (seperti golongan kaktus). Sehingga tidak perlu dilakuakn penyiraman setiap harinya, cukup hanya pada malam hari, dua hari sekali. Tetapi, sebelumnya harus dipastikan bahwa pada saat penyiraman tumbuhan ini benar-benar pada kondisi yang kering. Karena bila terlalu sering disiram dan menjadi terlalu basah dan sangat lembap, akan terjadi kebusukan jaringan dan mengakibatkan sarang semut mati.

Secara alamiah, sarang semut dapat melakukan penyerbukan sendiri dan menghasilkan banyak buah. Buah yang ketika masak berwarna merah atau oranye ini, mempunyai dua biji pada tiap buahnya. Bila biji ini berada pada kondisi yang sesuai terutama tempat lembab, ia akan cepat tumbuh dan berkecambah. Biji yang tua dan kering tidak akan berkecambah, jadi penyemaian dilakukan pada biji-biji yang segar dan alami yang khas. Pada saat berkecambah, hipokotil, atau bagian dibawahnya batang akan menggelembung dengan cepat. Pada saat perkecambahan ini pencahayaan harus diperhatikan, sarang semut harus mendapat cukup cahaya. Jika kekuranagan cahaya, maka batang akan memanjang dan umbi menciut kecil, serta daun tumbuh lebih banyak. Tetapi, pada saat perkembangan umbi, tumbuhan ini lebih banyak menyukai intensitas cahaya yang rendah.

Lubang-lubang dalam batang yang menggelembung ini terjadi ketika sarang semut beberapa bulan. Di alam liar, sarang semut mendapat pupuk dari sampah penghuninya. Untuk pembudidayaan, pemberian pupuk dapat dilakukan dua atau tiga minggu sekali, yang terbaik dari yang terbaik adalah pupuk organik, seperti pupuk kandang atau kompos. Seminimal mungkin kita hindarkan pemberian pupuk kimia karena prinsip pembudidayaan tumbuhan obat adalah secara organik ditambah ada bahan kimia, termasuk pupuk atau pestisida, agar tidak ada residu pada hasil panennya. Pemberian pupuk tidak perlu terlalu banyak karena justru akan menyebabkan kematian tumbuhan.

Ir. Benny Ariawan Riangsa seorang pemilik Nursery dari Karangasem Bali, membudidayakan sarang semut pada pot-pot, sehingga tampak unik. Perbanyakan yang dilakukan adalah dengan biji, mengguanakan media tanap berupa mos hitam. Dalam 2 minggu biji akan berkecambah, ditambah dengan pemupukan teratur setiap tiga bulan sekali, tumbuhan ini berkembang pesat. Penyiraman hanyalah dilakukan bilamana media kering, agar tanaman tidak busuk. Dalam pemeliharaannya pot-pot sarang semut diletakkan di tempat teduh, lembap, dan sirkulasi aliran udara sangat baik. Tanaman tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. Bentuk bonggol tanaman sarang semut yang unik membuat tanaman ini cocok sebagai penghias ruangan.

Di Australia, pembudidayaan sarang semut dilakukan denganĀ  menggunakan metode kultur jaringan. Kultur jaringan adalah salah satu upaya pembudidayaan tanaman dengan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya.

Teknik kultur jaringan sebenarnya sangat sederhana dan mudah saja, yaitu suatu sel atau irisan jaringan tanaman yang sering disebut eksplan secara aseptik diletakkan dan dipelihara dalam medium padat atau cair yang cocok dan dalam keadaan steril dan higienis. Dengan cara demikianlah, sebagian sel pada permukaan irirsan tersebut akan mengalami proliferasi dan membentuk kalus. Apabila kalus yang terbentuk ternyata dipindahkan ke dalam medium diferensiasi yang cocok, maka akan terbentuk suatu tanaman kecil yang lengkap dan disebut planlet. Dengan suatu teknik kultur jaringan ini hanya dari satu irisan kecil suatu jaringan tanaman dapat dihasilkan kalus yang dapat menjadi planlet dalm jumlah yang besar. Dengan ini, maka untuk mengembangkan suatu tanaman yang langka akan semakin mudah dan tak perlu repot lagi dengan teknik-teknik budidaya tanaman lainnya.

Manfaat atau keuntungan perbanyakan denga kultur jaringan adalah pengadaan bibit tidak lagi tergantung pada musim. Hasil yang didapat berjumlah banyak dan dalam waktu yang singkat (dari satu mata tunas dalam satu tahun dapat dihasilkan minimal 10.000 bibit). Sifat identik dengan induk dan diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki. Bibit yang dihasilkan seragam, Metabolit sekunder (senyawa aktif yang berkhasiat) dalam tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa. BibitĀ  yang dihasilkan bebas penyakit, asalkan diambil dari organ tertentu bebas penyakit. Biaya pengangkutan relatif lebih mudah dan murah. Proses pembibitan bebas dari gangguan hama penyakit dan deraan lingkungan lainnya.

Mengingat permintaan sarang semut semakin meningkat dan keberadaan sarang semut di alam liar semakin berkurang, maka pengembangan budidaya sarang semut sangatlah diperlukan dengan metode apapun. Apalagi tumbuhan ini punya nilai jual yang tinggi, sebagai salah satu tumbuhan obat.

Untuk Harga Sarang Semut memang bervariasi sesuai jenisnya, kalau untuk Myrmecomedia Pendans atau sarang semut merah harganya lebih mahal dikarenakan lebih langka dan juga khasiatnya lebih cepat daripada yang jenis putih. Dan juga sarang semut bukan daerah asal yang menentukan lebih berkhasiat atau tidaknya, tetapi lebih ke jenis spesiesnya. Spesies yang sangat berkhasiat untuk sarang semut adalah Myrmecomedia Pendans dan Myrmecomedia Tuberose karena sudah banyak diteliti oleh para ahli herbalis.

Untuk mengetahui harga sarang semut lebih jelas, bisa saja dilihat di situs online terpercaya kami di www.manfaatsarangsemut.net , untuk pembelian dan pemesanan silahkan saja hubungi ke nomor Handphone 0823 5162 8800 & 0877 2691 0332 atau invite pin BBM kami di 536DB6E3.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *