Posted in Tanaman Sarang Semut

Tanaman Sarang Semut

Tanaman Sarang Semut

tanaman sarang semut
tanaman sarang semut

Sarang semut yang telah dikenal oleh masyarakat luas adalah sarang semut berupa lubang-lubang yang di dalam tanah, bangunan atau daun-daun di pohon yang dibuat sendiri oleh koloni semut tertentu, bisa semut merah, salimbada, rangkang,salimbada hitam dan merah, semut hitam, atau semut putih. Namun yang dimaksud di sini bukan sarang semut seperti yang dibayangkan orang, melainkan tumbuhan epifit yang menempel di pohon-pohon besar yang batang bagian bawahnya menggelembung berisi rongga-rongga yang disediakan sebagai sarang semut jenis tertentu.
Sarang semut merupakan tumbuhan dari Hydnophytinae (Rubiaceae) yang berasosiasi dengan semut. Tumbuhan ini ternyata bersifat epifit, artinya menempel pada tumbuhan lain, akan tetapi tidak hidup secara parasit pada inangnya tetapi hanya memanfaatkannya untuk menempel. Contoh lain epifit yang lazim kita jumpai hidup di pohon adalah lumut kerak, lumut,lumut hijau, alga, tumbuhan perambat dan anggrek. Sebenarnya totalnya ada 5 genus sarang semut dari famili Rubiaceae, namun ternyata hanyalah genus Hydnophytum dan Myrmecodia yang paling dekat berasosiasi dengan para koloni semut. Genus sarang semut tersebut dibagi menjadi beberapa spesies berdasarkan struktur umbinya. Hydnophytum juga terdiri dari 45 spesies dan Myrmecodia 26 spesies. Total dari semua spesies dari tumbuhan ini memiliki batang menggelembung yang berongga-rongga menyerupai buah yang umumnya dihuni oleh semut.
Penyebaran sarang semut mulai dari Semenanjung Malaysia hingga Filipina, Kamboja, Sumatera, Kalimantan Selatan, Jawa, Papua, Papua Nugini, Cape York hingga Kepulauan Solomon. Di Propinsi Papua tepatnya, tumbuhan sarang semut dapat dijumpai terutama di daerah Pegunungan Tengah, yaitu di hutan belantara pedalaman Kabupaten Jayawijaya (dekat pegunungan Jayawijaya), Kabupaten Tolikara, Kabupaten Puncak Jaya (gunung Puncak Jaya tepatnya), Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Paniai. Keanekaragaman hayati terbesar dari sarang semut ditemukan di pulau Papua dimana spesies dataran tingginya adalah lokal spesifik.
Secara ekologi, sarang semut tersebar dari hutan bakau dan pohon-pohon di pinggir pantai hingga ketinggian diatas 2400 m. Sarang semut juga paling banyak ditemukan di padang rumput dan jarang ditemukan di hutan tropis dataran rendah, namun juga terdapat lebih banyak ditemukan di hutan dan daerah pertanian terbuka dengan ketinggian sekitar 600 m. Ia banyak sekali ditemukan menempel pada beberapa pepohonan, umumnya di pohon kayu putih, cemara gunung, kaha, dan pohon beech, tetapi jarang pula pada pohon-pohon dengan batang halus dan rapuh seperti Eucalyptus. Sarang semut juga tumbuh banyak pada dataran tanpa pohon dengan nutrisi rendah dan di atas ketinggian pohon. Di habitat liarnya sendiri sarang semut dihuni oleh beragam jenis semut dan seringkali oleh tiga spesies dari genus Iridomyrmex. Identifikasi dari yang kami lakukan terhadap sarang semut Myrmecodia pendens menunjukkan bahwa tumbuhan ini dihuni oleh koloni semut dari jenis Ochetellus sp.

Pengetahuan Tradisional Sarang Semut Pendens

Dari literatur tercatat hanya ada 1 spesies Hydnophytum dan 1 spesies Myrmecodia yang digunakan sebagai bahan obat oleh penduduk lokal suatu daerah tertentu di Asia Tenggara, yaitu jenis Hydnophytum formicarum Jack dan Myrmecodia tuberosa Jack. Di Negara besar Indonesia, H. formicarum yang di Jawa disebut urek-urek polo bentuk pastanya digunakan untuk mengobati pembengkakan, sakit kepala, migren atau sakit kepala sebelah dan rematik. Sedangkan air rebusannya digunakan untuk mengobati hernia dan maag. Di negara Filipina, air rebusannya dikonsumsi untuk mengobati liver dan masalah pencernaan. Di negara Thailand, serbuknya dikonsumsi untuk antelmintik (obat cacing), tonik jantung, penyakit tulang dan sendi, penyakit kulit, penyakit paru-paru, sakit di persendian dan juga sebagai bahan campuran untuk obat antidiabetes. Di negara Malaysia, air rebusannya dapat digunakan untuk mengobati kanker. Di negara Vietnam, tumbuhan ini bisa digunakan untuk mengobati hepatitis, rematik persendian dan diare.
Di Indonesia pasta dari spesies M. tuberosa, disebut juga rumah semut, digunakan untuk mengobati pembengkakan dan sakit kepala. Selain itu, spesies lain dari M. pendans juga digunakan secara tradisional oleh penduduk lokal tertentu di Papua untuk menyembuhkan beragam gangguan kesehatan, namun tidak jelas sama sekali jenis-jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan sarang semut jenis ini. Berdasarkan dari pengetahuan tradisional inilah akhirnya kami sejak tahun 2002 mulai mengembangkan dan mempopulerkan sarang semut jenis ini sebagai obat beragam penyakit seperti tumor/kanker, jantung koroner, wasir, stroke ringan dan haemoragic, rematik, gangguan prostat, dan lain sebagainya. Serangkaian penelitian ilmiah telah kami lakukan di LIPI untuk mengungkap khasiat sarang semut ini.

Untuk Anda yang penasaran ingin membuktikannya secara langsung manfaat dan khasiat tanaman sarang semut untuk mengatasi penyakit, langsung saja Anda memesan dengan kami ke nomor HP 0823 5162 8800 & 0877 2691 0332 atau via BBM 536DB6E3, bisa juga kunjungi website kami di www.manfaatsarangsemut.net